Senin, 07 Mei 2012

IBU


Ibu.
Kasihmu sangat berarti.
Ibu.
Sumpahmu sangat kutakuti.


Begitu banyak air mata yang aku tumpahkan pada wajahmu yang ayu itu.
Namun engkau masih sayangi aku.
Sudah cukup lelah dan perih yang aku torehkan pada keringat dan usahamu itu.
Tapi engkau masih perjuangkan aku.


Ibu.
Aku memang anak tak berbakti.
Aku hanya buatmu menahan perih.


Tapi Ibu.
Jangan pernah berhenti untuk doakan anakmu yang hina ini.
Walau itu doa untuk satu mimpi yang tak pasti.


Ibu.
Kaulah bidadari pagi.
Kaulah peri di malam hari.


Dari hati yang terdalam ini.
Aku ingin bahagiakanmu sekali saja dan membuatmu bangga karena telah melahirkan aku ke dunia ini sebelum aku mati.


.^_^.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar