Senin, 19 Januari 2015

SURAT CINTA UNTUK ISTRIKU

Istriku, mungkin tak banyak arti hidupku untukmu.
Mungkin juga tak banyak usahaku untuk jadi pendamping terbaikmu.
Tapi satu hal yang harus kamu tahu bahwa aku benar-benar mencintaimu.

Aku mencintaimu bukan karena engkau adalah istriku.
Bukan juga karena engkau adalah ibu dari anak-anakku.
Aku mencintaimu karena bagiku cinta itu adalah nama lain dari kamu.

Jujur aku kagum denganmu.

Di penghujung awal waktu kau menahan tidurmu, sekedar menunggu atas ketidak-pulangan aku beberapa waktu.
Di penghujung akhir waktu kau pun terjaga dari tidurmu dengan matamu yang sayu, sekedar untuk menyiapkan aku makan setelah penat kerjaku.

Di tengah waktu kau perhatikan semua kelengkapan pesolekku agar tampan melebihi waktu.
Di lain waktu kau pun menyiapkan vitamin agar kondisi badanku mampu berjuang demi nafkah keluarga kita yang baru.

Aku sempat berpikir apakah kau lakukan itu semua karena memang itu kewajibanmu.
Ataukah karena itu adalah hakku yang semu?
Semua itu salah!!!
Saat aku lihat dari matamu yang merindu.
Aku melihat selalu ada aku di pikiranmu.
Yah, aku tahu itu aku...

Istriku...
Aku bukanlah laki-laki sesempurna harapanmu.
Sifatku masih sangatlah teramat dangkal.
Seringnya aku tidak perduli dengan semua keluhan-keluhanmu.
Tak banyak juga aku tak bisa berbuat apa-apa sebagai pemimpin pilihanmu.
Itu semua karena jiwa kanak-kanak yang tak bisa lepas dariku walau lekang di makan waktu.

Tapi istriku, bersabarlah...
Pahamilah semua yang ada pada diriku.
Kedewasaan adalah hal yang susah bagiku untuk diterjemahkan.
Arahkanlah jiwa kanak-kanakku menjadi kalbu untuk membesarkan buah hati kita.
Tutupilah kekuranganku dengan kelebihanmu.
Doakanlah agar aku selalu ada dalam cita dan cintamu.
Agar suatu saat dimana kita tua renta nanti, engkau bangga karena telah memiliki aku.

Istriku...
Tahukah kau bahwa tak ada wanita di mataku yang seindah dirimu.
Tak ada pula wanita di pikiranku yang setegar dan sekeras batu karang menghadapi aku selain kamu.
Kau adalah wanita besi bagiku sang benalu.
Kau juga adalah hujan bagi aku sang hutan.
Aku  pastinya akan payah dengan nasibku jika wanita itu bukanlah kamu.

Istriku...
Kau adalah wanita hebat.
Maybe you can live without me more than one second time...
But did you know that i can't life without you even it just one second time???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar