Seandainya aku bermimpi.
Aku ingin bermimpi tentang gadis kecilku di sana.
Seandainya aku berkhayal.
Aku ingin berkhayal berdua dengan bidadariku disana.
Agar aku bisa menjamahnya.
Agar aku bisa memeluknya.
Keindahannya seperti embun pagi yang menetes di cerahnya pelangi.
Sehingga ia layak untuk dilihat tapi tak bisa untuk di sentuh.
Hatiku tak kuasa untuk menculiknya dari tempat persemayamannya.
Walaupun jiwaku telah di rampas oleh cintanya.
Kini...
Aku terpana menatapnya.
Bahkan sisi gelapku pun merindukan cahayanya.
Tapi aku akan tetap mencintainya.
.^_^.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar