Selasa, 14 Februari 2012

DARAH

Dengan tetesan ini ku ukir namamu.
Warna merah ini pun jadi saksi bisu rasaku untukmu.
Rasa sakit yang gerogoti kulitku tiada berarti lagi.
Hingga aku jatuh di saat kau ceria sendiri.

Aku tak tahu kamu siapa.
Rasa di matamu pun sudah tak terlihat lagi.
Bukti yang aku harapkan hanya tersimpan tak berarti.
Masihkah kau harap ku mati.

Berulang kali cemburu buatku hilang harga diri.
Saat kau jauh, dekat, atau bersama teman-temanmu pun kau tinggalkan aku sendiri.
Masihkah aku jadi orang yang kau puja dan berarti?

Aku muak lihat kau sibuki diri.
Acuhkan diriku walaupun kau ada di depan mataku ini.

Sadarkah kau aku sendiri?
Sadarkah kau aku cemburu lihat kau begini!

Kini nasib ini hanya berada pada sesuatu yang hampir merobek nadiku ini.

Sampai jumpa sayang, cintai aku hingga ajalmu menanti.

.^_^.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar